Sebenarnya ide untuk mengepos cerita ini muncul pada Hari Tanpa Tembakau seminggu silam. Tapi karena saya termasuk yang tidak merayakan -dan tidak mengakui- Hari Anti Tembakau, maka saya gak mau dong ikut-ikutan nulis tentang tembakau pada hari itu…
Ini cerita baik saya bersama tembakau. Lupa kapan tepatnya, yang pasti pada hari itu tembakau yang digembar-gemborkan sebagai racun, ternyata malah menjadi obat bagi saya.
Jadi ceritanya, pada suatu malam, saya menderita sakit perut yang teramat sangat. Dari tanda-tandanya ini bukan sakit lambung yang sering saya derita (maag), karena yang sakit agak di bawah. Kebetulan saat itu saya diare juga entah karena apa sebabnya.