Enam Langkah Bangkit Setelah Dipecat

Ilustrasi depresi, karya Sander van der wel, lisensi CC BY-SA

Dipecat atau di-PHK memang terasa sangat sakit. Gambaran suram masa depan membayangi hari-hari kita setelah dipecat. Jika tidak memiliki jiwa yang kuat, pemecatan akan menimbulkan stres yang bisa menganggu aktivitas hidup keseharian.

Enam langkah berikut ini semoga bisa membantu kawan-kawan yang sedang mengalami pemutusan hubungan kerja.

Batasi waktu galau Anda 

Jangan  biarkan diri Anda larut dalam kesedihan, Anda harus tegas pada diri sendiri sampai berapa hari Anda akan melakukan “masa berkabung/galau”. Jangan lebih dari 3 hari, karena akan membuat Anda tambah depresi.

Saat masa berkabung ini, lakukan pembicaraan dengan pasangan, keluarga, sahabat, atau pembimbing (ustad, konselor psikologis, pendeta) yang Anda percayai. Orang-orang yang baik pasti tidak akan menambah depresi Anda, mereka akan membantu meringankan beban.

Jangan terjebak mengkonsumsi alkohol atau zat bahaya lain, karena justru akan manambah masalah Anda.

 

Berhemat

Setelah Anda lepas dari masa berkabung, Anda perlu mengencangkan ikat pinggang. Mulailah menata keuangan Anda. Semua pengeluaran tidak perlu harus dibatasi agar Anda bisa bertahan selama belum mendapatkan penghasilan baru. Jika Anda merokok ini bisa jadi saatnya berhenti.

 

Menata diri

Saatnya Anda kembali menghadapi kenyataan. Persiapkan mental Anda untuk mulai menapaki tahap baru kehidupan yang pasti akan lebih baik jika Anda mau berusaha bangkit.

Di sini, Anda perlu instropeksi agar tidak terjadi kesalahan yang sama kembali. Namun ingat jangan menyalahkan diri sindir ataupun orang lain. Anggaplah semua kejadian sebagai takdir Tuhan yang harus dijalani dengan senyuman.

 

Merancang aksi bangkit

Apakah Anda akan mencari pekerjaan baru? Ataukah Anda akan membuka usaha sendiri? Semua kesempatan terbuka lebar bagi Anda. Pertimbangkan semua kekuatan dan kelemahan Anda, kira-kira langkah mana yang lebih tepat untuk Anda.

Jika Anda memutuskan untuk mencari kerja, maka inilah saatnya Anda melakukan proses persiapan lamaran kerja.  Siapkan semua dokumen, siapkan CV, dan lainnya.

Jika Anda memutuskan untuk membuka usaha, saat inilah yang tepat untuk mulai mengintip peluang yang mungkin bisa Anda lakukan secepatnya. Persiapkan diri untuk menghubungi koneksi Anda yang mungkin bisa membantu.

Jika memang mengalami kebingungan, jangan ragu untuk konsultasi pada mereka yang lebih berpengalaman.

 

Menemukan peluang

Temukan lowongan kerja di koran-koran atau dari internet. Hubungi rekan-rekan Anda sekiranya mereka memiliki informasi yang bisa membantu Anda.

Bagi Anda yang memilih membuka usaha sendiri, mulailah tentukan jenis usaha dan rencana bisnis Anda ke depan. Jika perlu carilah komunitas pengusaha yang ada di dekat Anda. Mereka pasti mau membantu.

 

Memulai babak baru

Semua yang telah terjadi biarlah terjadi. Saat ini Anda diberi kesempatan untuk menorekan warna pada kanvas baru kehidupan Anda. Bangunlah kembali karir secara pelan. Jangan ambisi untuk bisa mendapat kembali posisi seperti dulu.

Ingatlah kehidupan yang dulu telah berlalu, ini adalah hidup Anda yang baru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *