Enam Hantu Pesugihan Jawa

Tuyul Arwana
Teknologi yang sudah maju ternyata tidak membuat orang Indonesia kehilangan kepercayaan pada hal-hal berbau klenik. Terbukti dengan masih tingginya minat pada hal-hal tak masuk akal seperti pesugihan.
Di masyarakat, khususnya Jawa, terdapat kepercayaan akan adanya makhluk-makhluk gaib yang dikatakan mampu menjadi perewang (pembantu) dalam mencari rejeki.
Berikut ini enam hantu perewangan yang dipercayai orang Jawa, mampu menjadi pesugihan.

1. Tuyul

Tuyul dipercaya sebagai hantu berwujud manusia cebol seperti balita, namun berwajah dewasa. Konon tuyul ini mampu mencuri uang di mana pun, bahkan yang sudah disimpan rapat. Hanya saja, tuyul mengambil sedikit demi sedikit, tanpa diketahui pemilik uang.
Pemilik tuyul biasanya harus memberi sesaji pada tuyul agar tetap mau menuruti komandonya, yaitu mencuri uang dari tetangga sekitar.

Konon tuyul seringkali didapat dengan cara jual beli. Mungkin ada semacam peternakan tuyul begitu.

2. Dhenok Dheblong

Hantu jenis ini bentuknya bermacam-macam. Pada intinya, tugas hantu ini adalah membantu pekerjaan si majikan. Konon di Kartasura, Jawa Tengah, pernah ada seorang wanita yang memiliki dhenok dheblong. Wanita ini bekerja menjadi dukun penyembuh dengan bantuan peliharaannya itu.
Hantu jenis ini umumnya didapat dengn cara bertapa, atau ada juga yang datang menawarkan diri pada dukun untuk membantu.

3. Buto Ijo

Yang ini lebih ngeri
Hantu berwujud raksasa dengan tubuh berwarna hijau (mirip Hulk?) yang dipercayai masyarakat Jawa sebagai salah satu hantu paling mengerikan.
Buto ijo digolongkan sebagai hantu ganas yang bila terlupa sesaji, akan membahayakan nyawa pemeliharanya.
Konon, resiko ini sebanding dengan penghasilan yang didapat. Hantu ini bisa mengambil uang dalam jumlah besar-besaran.

4. Setan Gundhul

Wujud hantu satu ini sebenarnya agak mirip dengan tuyul. Bedanya, konon hantu jenis ini kalau mengambil uang tidak tanggung-tanggung. Andai uang disimpan dalam peti, maka akan diambil se-peti-petinya juga, bukan hanya uangnya.

5. Menthek

Menthek adalah hantu pertanian. Hantu ini dipercaya sebagai sebuah ilmu hitam yang menyedot padi yang hampir dipanen. Akibatnya biji gabah menjadi kosong. Konon pemilik menthek inilah yang menimbun berasnya.
Menurun sains modern, menthek sebenarnya adalah hama, dan tidak ada hubungannya dengan dunia gaib.

6. Hantu Anggara Kasih

Anggara kasih artinya  “Selasa Kliwon”. Orang yang meninggal pada malam atau hari selasa kliwon, dipercaya bisa menjadi perantara untuk pesugihan.
Kepercayaan tentang hal ini beda di tiap-tiap tempat. Di Yogyakarta Utara (kawasan Sleman) masyarakat mempercayai bahwa kain kafan orang yang meninggal Selasa Kliwon bisa dijadikan pesugihan. Oleh karena itu, mereka menjaga sampai 7 hari agar tidak dicuri. (sumber: Odi Shalahudin).
Di tempat tinggal penulis blog ini, bahkan lebih ekstrim lagi. Jasad yang meninggal Selasa Kliwon harus dijaga sampai Selasa Kliwon berikutnya (35 hari). Biasanya digenapkan menajdi 40 hari. 
Bedanya lagi, yang dianggap akan diincar penganut pesugihan adalah kepala si mayat, bukan kain kafannya.
Begitu banyak kepercayaan yang tidak rasional ini masih berkembang. Tentunya selain bertentangan dengan ajaran agama, juga bisa menghambat kemajuan bangsa ini.

Daftar Pustaka:

Endraswara, Suwardi. 2004. DUNIA HANTU ORANG JAWA. Yogyakarta: Penerbit Narasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *